Sabtu, 17 Desember 2011

MIMPI YANG NYATA

Buat Kedua Orang Tuaku
Azhar Abbas S.Ag dan Rohani MH S.Ag
"Ucapan Terima kasihku yang tiada hentinya selalu atas Semangat yang diberikan Untuk adah selalu. Adah janjia adah akan Buat ayah dan umi bangga dengan pestasi yang adah raih,, Adah sayang ayah dan umi seallu"
Buat Abangku " Muhammad Mufakkiruddin Azhari" 
"Terima kasih atas Support, Nasehat, Dan Motivasi yang selalu engkau berikan kepada adah,, adah janji sampai kapanpun kau adalah sosok seorang abg yang selalu kusayang dan kurindui".
Buat Adik-adiku " Siti Rodhiah dan Imam RAhmat RAmadhan"
"Mudah-mudahan kalian bisa menjadi seorang adik yang selalu aku banggakan sampai kapan pun, dan bisa membahagiaakn Ayah dan Umi selalu". Hanya satu Pesanku buat kalian " Jangan Pernah Membuat Ayah dan Umi Bersedih seperti aku membuat Ayah dan Umi sedih". Kalian berdua adalah adik-adik yang selalu aku sayang dan aku sayangi..


MIMPI YANG NYATA

       Dulu sewaktu aku tamat sekolah SMA aku berkeinginan ingin melanjutkan kuliyah kebidanan tetapi kedua orang tuaku tidak yakin dengan pilihanku.. tetapi mereka lebih yakin aku untuk kuliyah langsung S1 saja. Awalnya aku sangat marah dan kesal sekali karna aku merasa setiap keinginanku tidak pernah bisa dituruti tetapi keinginan abang dan adik-adikku selalu dituru, bahkan aku selalu merasa kalau aku selalu di anak tirikan bahkan ngk pernah dipedulikan. setelah itu aku merasa marah dan mengurung diri dikamar dengan perasaan marah yang sanagat mendalam. Tetapi aku berpikir kedua orangtua ku mengambil keputusan tersebut mereka menginginkan aku untuk bisa berpikir kembali dengan keputusanku, dan aku merasa besedih sekali karna udah membuat kedua orang tuaku bersedih. Dengan air mata yang mengalir aku berkeinginan untuk mencoba menerima keputusan yang diinginkan oleh kedua orang tuaku.
       Malam pun tiba, akhirnya aku berkeinginan untuk mengambil keputusan yang telah aku pikir-pikir.. dengan perasaan sedih akupun menemui ayah dan ibuku yang lagi duduk di ruang tamu, dan akhirnyapun aku mencoba mendekati mereka dan mengatakana kalau aku akan mengambil keputusan untuk kuliyah S1 saja dan membatalkan untuk kuliyah kebidanan. Setelah itu mereka mengatakan apakah aku udah berpikir baik-baik dengan keputusan yang aku ambil. Dengan perasaan sdih dan air mata aku menanggis sambil memeluk ibu dan ayahku, aku menyesal karna telah membuat mereka bersedih dengan sikap dan sifatku demi meneruti keegoisanku. Di saat itu pula aku melihat senyuman kebahagiaan di wajah mereka. Dan mereka pun mengatakan " mudah-mudahan keputusan yang adah ambil adalah keputusan yang terbaik buat adah ".
      
       Setelah sebulan lamanya aku libur dan bersama kedua orang tuaku dirumah akhirnya tak terasa waktu yang kujalani akan memasuki waktuku untuk mengejar cita-citaku dan melanjutkan pendidikanku di PERGURUAN TINGGI. Selama pendaftaran untuk memasuki perguruan tinggi pun membuat waktuku menjad kesibukan yang ngk pernah aku alami dimana aku harus mendaftarkan diri untuk memasuki peerguruan tinggi kesana-kemari. Sasaran utama yang kujalani untuk bisa memasuki Perguruan Tinggi Negri adalah Fakultas UNRI dengan jurusan B.Indo dengan melalui jalur PBUD,, ternyata dan ternyata aku tidak jebol. Tanpa adanya rasa putus asa aku mencoba mengikuti jalur kedua yaitu jalur SNMPTN dengan mencoba mempertahankan jurusan B.Indo juga.. dengan semangatnya aku menjalani ujian SNMPTN saat itu aku berharap untuk yang kedua kalinya ini aku bisa jebol.. tetapi ternyata dan ternyata untuk yang kedua kalinya aku gagal. Dengan perasaan sedih aku mencoba untuk tegar menerima apa yang telah terjadi akhirnya aku mengambil keputusan terakhir dan meminta kepada kedua ortuku kalau aku akan masuk perguruan tinggi Swasta aja dan memilih Perguruan Tinggi UIR dengan jurusan B. indo juga. Aku merasa sedih karna smua yang kuusahakan tak mencapai hasil seperti yang kuinginkan, bahkan aku merasa hanya membuang-buang uang ortuku saja dengan niat yang ikhlas aku mengatakan di dalam hatiku " Dengan Bismillah adah niatkan semua yang akan adah jalani kedepannya, mudah-mudahan ini keputusan yang terbaik buat adah... semua reiko dan tantangan akan adah hadapi dengan kesabaran dan ikhlas".  Setelah itu aku pun lulus memasuki perguruan tinggi UIR dengan jurusan B. Indo.

       Awal memasuki kuliyah aku selalu merasa sendiri tanpa ada teman. Tetapi kakak sepupuku bilang "awal-awal kuliyah memang seperti itu tetapi yakinlah lama-kelamaan adah akan ado kawan tunyo". Dengan tanpa putus asa adah jalani dengan kesendirian. Setelah 3 hari mengikuti OSPEK sendirian akhirnya sewaktu pulang dari hari ospek terakhir aku mencoba mendekatkan diri dengan seseorang dan berkenalan dengannya. Tetapi yang membuat aku senang adalah ternyata arah kosnya tidak jauh dari  kosanku. Selama waktu perjalanan aku dan dia saling berkenalan dan ternyata namanya adalah "UMI SALMAH" dan aku pun mengatakan namaku adalah " MAWADDAH". Dan dia pun bertanya aku jurusan apa? dan kelas berapa? dan akupun mengatakan aku jurusan "FKIP B.INDO dan Kls 3D" dan dia pun mengatakan aku juga Jurusan ""FKIP B.INDO dan Kls 3D".  Setelah aku mau sampai di simpamgan kosanku aku mengatakan "besok kekampus barengan ya"??? dan diapun mengatakan "Iya". Sampainya dikos aku merasa senang karna akau merasa aku akan  mempunyai teman alaupun masih satu orang saja. Keesokkan harinya saat mau pergi kekamps aku menunggunya di simpangan kosan ku dan setelah lama menunggu akhirnya kami berangkat kekampus bersama-sama dan sampainya di kampus aku merasa asing sekali karna aku belum mengenal satu sama lain dengan teman-temanku yang lain apa lagi aku merasa dengan sifatku yang pemalu ini apakah aku bisa mendapatkan teman yang banya. Hari-haripun aku merasa asing sampai akhirnya aku bisa merasakan bahwa memasuki masa perkuliyahan adalah masalah keadaan terbesar yang harus kujalani dengan satu kunci Kehidupan yaitu "KEMANDIRIAN dan KESABARAN".

       Itulah cerita pengalamnku selama awal memasuki masa perkuliyahan bahkan sampai sekarang tak terasa akupun sudah menginjak semester 3 dan merasa makin banyak masalah, rintangan dan tantangan yang harus aku jalani dengan ikhlas apapun yang terjadi. dan aku berjanji kepada kedua ortuku aku akan baik-baik kuliyah dan akan membuat mereka bangga dengan prestasi yang aku raih. Aku tak ingin membuat mereka bersedih lagi dengan sifat egoisku, bahkan aku akan selalu mengingat nasehat yang mereka katakan "apabila niat kita lurus maka akan ada jalan terbaik yang akan kita lalui". Dengan Motto hidup " JERIH PAYAH DAN KERINGAT KEDUA ORTUKU ADALAH SEMANAGT HIDUP DALAM DIRIKU". Tiada kata yang dapat kuucapkan selain ucapan Terima kasih dan rasa sayang yang tak hentinya kuberikan kepada kedua orang tuaku yang selalu membimbing, mendidik, bahkan membesarkanku hingga seperti sekrang ini. Kasih sayang, Canda, Tawa, dan Senyumanmu akn selalu kurindukan selaluuu..
Buat AYAH DAN UMIku tersayanggggg..
Adah akan selalu merindukan ayah dan ui di sana, adah janji adah akan membuat ayah dan umi bangga dengan apa yang telah adah raihh.. I MISS U 4 EVER..
dan Tak lupa Pula buat Adikku sibungsu "IMAM RAHMAT RAMADHAN" aku juga selalu merindukanmu,,,
Miss u...







      


      



Tidak ada komentar:

Posting Komentar